Minggu, 18 Agustus 2013

Kecerdasan Pengenalan Diri pada Gajah - Part 1



Pengenalan diri lebih rumit daripada rasa takut. Sebagai contoh, untuk merasa bangga, kita harus melihat diri kita sendiri.



Kau perlu mempunyai rasa pengenalan diri.

Ini adalah sebuah keahlian sosial tingkat tinggi. Tetapi bukan yang banyak dikuasai oleh para hewan.

Saat dihadapkan dengan gambaran mereka sendiri, kebanyakan hewan hanya melihat individu lainnya dan sebuah ancaman yang potensial.

Dibutuhkan sebuah loncatan yang besar dalam otak untuk memahami gambaran kita sendiri.

Lalu bagaimana seekor gajah bernama Puki mampu melakukannya !

Pengenalan bukanlah hal yang instan. Tetapi sesuatu yang terjadi didalam otak Puki.

Setelah mengetahui bahwa cerminannya bukanlah seekor gajah yang lain, ia harus memahami kalau ia sedang melihat dirinya sendiri.

Dan ini adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh beberapa spesies di bumi.

Perlu diingat bahwa Puki dapat menjatuhkan kaca ini. Jika ia menganggapnya sebagai sebuah ancaman.

Tetapi ia membayangkan sesuatu yang lain! Dirinya sendiri dan gadingnya itu.

Dengan menemukan gerakan-gerakan belalai yang aneh, Puki menguji cerminannya sendiri. Menunjukkan bahwa ia tahu, apa yang sedang ia lihat.

Cukup menakjubkan melihat berapa lama seekor jantan berkaca !

Dan dengan memeriksa sebuah tanda silang yang baru di cat, gajah membuktikan kalau mereka sendiri mengerti apa yang ia lihat.

Dan rasa pengenalan diri ini sangatlah mendalam.

Mengetahui bagaiamana kau terlihat oleh yang yang lainnya, membuatmu merasakan perhatian dan memiliki pemahaman akan perasaan mereka. Ini merupakan hal yang penting dalam pergaulan yang rumit seperti para gajah tersebut, lumba-lumba, kera besar dan tentu saja kita sendiri. Dimana itu menimbulkan sebuah pertanyaan, seberapakah persamaan antara hewan yang paling cerdas dengan kau dan aku.